Hukum Snellius

Apa kabar teman-teman semua semoga selalu dalam keadaan  yang terbaik. Kali ini saya akan menjelaskan hukum snellius. Apa itu hukum snellius? Hukum snellius adalah suatu hukum yang mempelajari hubungan sudut datang dan sudut bias pada gelombang yang merambat melalui medium tertentu. Hukum ini diambil dari seorang matematikawan Belanda yang bernama Willebrord Snellius.


Hukum ini mengatakan mustahil bahwa sudut datang dan sudut biasnya adalah sama pada medium yang berbeda, karena perambatan cahaya tergantung kepada medium perambatannya. Rumus matematis untuk hukum snellius adalah
sinisinr=n2n1=v1v2sinisinr=n2n1=v1v2
Sudut ii dan sudut rr masing masing merupakan sudut datang dan sudut bias. Sedangkan nilai n1n1 dan n2n2 adalah nilai indeks bias suatu medium yang besarnya tergantung dari jenis medium tersebut. Jika medium semakin rapat maka indeks bias semakin besar. Kaca lebih rapat daripada air maka n2>n1n2>n1. Hukum snellius dapat dijelaskan berdasarkan prinsip fermat, lebih jelasnya lihat prinsip fermat pada hukum snellius.

Banyak fenomena-fenomena yang terjadi akibat dari pembiasan ini contohnya adalah pensil nampak patah jika tercelup ke dalam air, dasar kolam yang terlihat dangkal, penguraian warna putih menjadi pelangi, dan masih banyak lagi.

Disini kita mencoba mempelajari bagaimana hukum snellius itu bisa terjadi. Perhatikan gambar di bawah
Saat pertama kali melihat gambar, kita harus mengetahui apa maksud dari gambar itu. Jadi ceritanya seperti ini. Cahaya datang dari medium kurang rapat ke medium yang lebih rapat n2>n1n2>n1 dengan sudut datang ii dan sudut bias rr. Pertamanya saat cahaya merambat di medium rapat ia memiliki kecepatan rambatan v1v1 namun saat sudah masuk di medium yang lebih rapat kecepatan berkurang menjadi v2v2 yang mana perbedaan kecepatan itu mengakibatkan jarak tempuh panjang gelombang berubah pada periode waktu yang sama. Kita lihat bahwa panjang gelombang λ1λ1 lebih besar dari panjang gelombang λ2λ2.

Kita perhatikan bidang datar yang dibentuk oleh segitiga ACBACB dan segitiga ADBADB yang memiliki siku-siku di CC dan di DD. Panjang CBCB dan panjang ADAD adalah jarak yang ditempuh cahaya dalam waktu tt
CB=v1tAD=v2tCB=v1tAD=v2t
waktu tempuh tt yang dilakukan cahaya saat bergerak, keduanya memiliki nilai yang sama. Mengapa bisa sama ? Karena jalur saat cahaya datang bersama dari titik AA dan titik CC, maka keduanya harus keluar bersamaan di titik DD dan titik BB

Perhatikan trigonometri pada kedua segitiga di atas. Segitiga tersebut memilki hubungan bahwa
sini=CBAB=v1tABsinr=ADAB=v2tABsini=CBAB=v1tABsinr=ADAB=v2tAB
Kita bagi kedua persamaan tersebut sinisinr=v1v2sinisinr=v1v2
Itulah persamaan yang dinamakan hukum senellius. Dalam percobaannya Willebrord Snellius juga menemukan bahwa hubungan sinisini dan sinrsinr adalah linear. Kemiringan grafik dari sinisini dan sinrsinr dinamakan indeks bias relatif n21n21 yaitu perbandingan indeks bias medium rapat terhadap medium yang kurang rapat
sinisinr=n21sinisinr=n21
SHARE TO YOUR FRIENDS

Artikel Terkait Lainnya :

0 Response to "Hukum Snellius"

Post a Comment