Sebelumnya saya sudah memposting blog yang berjudul Hukum Snellius dan Prinsip Fermat. Fermat's principle berkata bahwa jika cahaya merambat dari suatu titik ke titik lain ia harus mengambil waktu tempuh yang sesingkat mungkin tidak peduli sejauh apapun jaraknya. Dalam postingan sebelumnya prinsip fermat bisa diterapkan pada pemantulan lalu disini kita akan coba terapkan prinsip fermat dalam hukum snellius.
Dalam hukum snellius terdapat istilah indeks bias. Indeks bias pada medium didefinisikan sebagai perbandingan antara kecepatan cahaya dalam ruang hampa udara dengan cepat rambat cahaya pada suatu medium. Nilai indeks bias relatif artinya perbandingan indeks bias medium rapat n2 dan indeks bias yang lebih rapat n1. Jika cahaya tidak merambat melalui vakum atau n1≠1 maka cahaya bergerak dengan kecepatan dibawah kecepatan cahaya pada ruang vakum v1<c
Hubungan nilai indeks bias relatif dengan cepat rambat cahaya pada bidang adalah
n21=v1v2n2n1=v1v2
Kita ambil sembarang titik perpotongan garis normal dan garis batas medium. Jarak horizontal x dari titik A, sedangkan jika jarak horizontal titik A ke B adalah p, maka sisanya adalah p−x. Jarak vertikal titik A ke garis batas medium adalah a dan jarak vertikal titik B ke garis batas medium adalah b.
Dalam hukum snellius terdapat istilah indeks bias. Indeks bias pada medium didefinisikan sebagai perbandingan antara kecepatan cahaya dalam ruang hampa udara dengan cepat rambat cahaya pada suatu medium. Nilai indeks bias relatif artinya perbandingan indeks bias medium rapat n2 dan indeks bias yang lebih rapat n1. Jika cahaya tidak merambat melalui vakum atau n1≠1 maka cahaya bergerak dengan kecepatan dibawah kecepatan cahaya pada ruang vakum v1<c
Hubungan nilai indeks bias relatif dengan cepat rambat cahaya pada bidang adalah
n21=v1v2n2n1=v1v2
Panjang lintasan cahaya yaitu berasal dari titik A menuju ke titik perpotongan lalu ke titik B dapat dicari dengan menjumlahkan dua sisi miring segitiga dengan teorema pythagoras. Dapat dinyatakan sebagai
L=L1+L2L=√x2+a2+√(p−x)2+b2
Kemudian jarak yang ditempuh cahaya yaitu L tidak lain adalah sama dengan kecepatan cahaya pada medium rambatannya dikalikan dengan waktu tempuhnya dari titik A ke titik B. Dalam kasus ini kita pisah yaitu pada medium n1 kecepatan rambatnya v1 dan pada medium n2 kecepatan rambatnya adalah v2.
t1=L1v1=√x2+a2v1t2=L2v2=√(p−x)2+b2v2ttotal=t1+t2ttotal=L1v1+L2v2=√x2+a2v1+√(p−x)2+b2v2
Prinsip fermat menjelaskan bahwa cahaya akan memilih waktu tempuh yang sesingkat mungkin. Dengan menggunakan turunan kita bisa dapatkan fungsi minimum ttotal terhadap x ketika turunan pertama dari fungsi itu sama dengan nol
dttotaldx=01v1dL1dx+1v2dL2dx=01v1dL1dx=−1v2dL2dx1v1ddx(√x2+a2)=−1v2ddx(√(p−x)2+b2)1v1(2x2√x2+a2)=−1v2(−2(p−x)2√(p−x)2+b2)v2(x√x2+a2)=v1((p−x)√(p−x)2+b2)
Dengan mengetahui bahwa n21=v1v2 persamaan menjadi
v2x√x2+a2=n21v2(p−x)√(p−x)2+b2x√x2+a2=n21(p−x)√(p−x)2+b2
Jika diperhatikan gambar awal kita dapat menghubungkan persamaan di atas dengan bentuk trigonometri sinus.
sini=n21sinrsinisinr=n2n1
Persamaan itulah yang disebut hukum snellius. Lantas jika n2>n1 dan sini>sinr maka pemodelan gambar awal yang mana sudut i<r adalah salah. Peristiwa yang benar adalah sudut i>r
L=L1+L2L=√x2+a2+√(p−x)2+b2
Kemudian jarak yang ditempuh cahaya yaitu L tidak lain adalah sama dengan kecepatan cahaya pada medium rambatannya dikalikan dengan waktu tempuhnya dari titik A ke titik B. Dalam kasus ini kita pisah yaitu pada medium n1 kecepatan rambatnya v1 dan pada medium n2 kecepatan rambatnya adalah v2.
t1=L1v1=√x2+a2v1t2=L2v2=√(p−x)2+b2v2ttotal=t1+t2ttotal=L1v1+L2v2=√x2+a2v1+√(p−x)2+b2v2
Prinsip fermat menjelaskan bahwa cahaya akan memilih waktu tempuh yang sesingkat mungkin. Dengan menggunakan turunan kita bisa dapatkan fungsi minimum ttotal terhadap x ketika turunan pertama dari fungsi itu sama dengan nol
dttotaldx=01v1dL1dx+1v2dL2dx=01v1dL1dx=−1v2dL2dx1v1ddx(√x2+a2)=−1v2ddx(√(p−x)2+b2)1v1(2x2√x2+a2)=−1v2(−2(p−x)2√(p−x)2+b2)v2(x√x2+a2)=v1((p−x)√(p−x)2+b2)
Dengan mengetahui bahwa n21=v1v2 persamaan menjadi
v2x√x2+a2=n21v2(p−x)√(p−x)2+b2x√x2+a2=n21(p−x)√(p−x)2+b2
Jika diperhatikan gambar awal kita dapat menghubungkan persamaan di atas dengan bentuk trigonometri sinus.
sini=n21sinrsinisinr=n2n1
Persamaan itulah yang disebut hukum snellius. Lantas jika n2>n1 dan sini>sinr maka pemodelan gambar awal yang mana sudut i<r adalah salah. Peristiwa yang benar adalah sudut i>r
0 Response to "Prinsip Fermat pada Hukum Snellius"
Post a Comment